Indonesia, sang Ibu cantik.


Kepada Ibu bumi, tanah tumpah darahku, dimana aku meletakkan hatiku sampai akhir hayatku, Indonesia.

Apa kabar di usia bayamu sekarang?

Lelahkah dihuni oleh kami? Aku yakin, engkau pasti sering batuk dikarenakan polusi dan kulitmu kering dikarenakan pembangunan tak merata.

Maafkan kami ya, Ibu, sering membuatmu menangis dan memendam lara. Kami sedang belajar, Ibu. Belajar untuk jatuh hingga lubang yang cukup dalam, dan maaf jika lukanya membuatmu sakit tak terperi. Kami coba ini dan itu, walau seringkali kelewatan dan menorehkan kekecewaan.

Doakan kami, anak-anak bangsamu, agar sedikit demi sedikit dapat menyembuhkan luka-luka yang menodai keelokanmu, walaupun akan tetap berbekas hingga akhir hayat. Kami akan terus menjunjung merah putih di angkasa, agar engkau tetap memiliki senyum cantik, dengan birunya langit dan hijaunya hutanmu.

Usia tuamu hanya akan terus menjadikanmu tegak berdiri, semakin kuat dan mantap. Indonesia, sang Ibu paruh baya yang mempesona.

Tertanda,
Anak bangsa yang sedang jauh menapak di negara tetangga,
tetap memangku harapan untuk segera kembali ke pelukan ibu pertiwi.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates