me-nerang.


Horizon mengabut, namun menerang di saat bersamaan. Lantai 13 cukup untuk melihat lebih tinggi daripada yang lain, cukup untuk menatap terawang jauh ke depan, melihat pagi. Sepagi ini pun sudah terasa hampa, tapi siapa peduli.. tapi siapa yang tahu. Aku pun tak ingin berbagi. Hanya ingin melebur satu bersama dengan kesunyian, dan terus melempar pandang kepada horizon, menunggu matahari mengintip dengan sinar teriknya - berharap ia mampu mengisi lembah kosong yang mencekung. Hanya si Dia yang berhak tahu, karena Dia Maha Tahu. Ini, kubagi, kubuka lebar-lebar, supaya semuanya terserap oleh-Mu dan tidak lagi terasa menyesakkan di sini - aku menunjuk pada sebidang lahan perasaan yang sudah kupartisi supaya dia terisolasi dari yang lain.

Selamat pagi. Langit menerang, menguning terik. Kubungkus kembali hamparan kehampaan yang kasat mata. Apalah artinya hampa. Pun tidak ada yang merasa tertarik mendekat dan bertanya. Itu sudah cukup buatku. Mari mengemas, dan pergi. Mungkin sederet rasa memang dijual di supermarket, aku butuh membelinya satu ons, karena rasa-rasanya aku sudah kehilangan semua yang kupunya.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates