kita dan waktu.

kamu di sana, dirongrong lukamu sendiri.
aku di sini, berusaha mengirimkan gelombang kesembuhan.
dan aku tahu, itu bodoh.

waktu mempermainkan kita,
dia menautkan tali di kepala, tangan, dan kaki kita.
kita menari sesuai kehendaknya.
waktu tidak ingin berdamai.
bahkan ia pun tak ingin menyembuhkan luka kita.
selamanya,
itu akan ada di sana, membekas dan terus berdarah, tidak hilang.
kamu menggelepar, dan sekali lagi berusaha bangkit.
tertawa walaupun airmata terus mengalir.
dan aku..
aku tidak mampu mengusap apa-apa.
aku hanya menonton, dengan rahang terbuka, melongo.
aku menunggu celotehanmu.
pertanda engkau (seakan-akan) sembuh.

tapi untuk kita, itu cukup.
seakan-akan itu adalah yang nyata.
karena kita ini manusia terluka, cacat.
dan entah sampai kapan,
harapan untuk sembuh itu semakin menipis.
jadi.
kamu menggeleparlah,
menangislah, berteriaklah,
tapi jangan mati.

we both know that time will heal the pain,
and we both know clearly that time isn't our friend.
so we're wounded. forever.
things we could do is lay down here, but don't close our eyes, don't sleep.
or we might die.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates