seonggok benang kusut.

gumpalan benang kusut itu sedikit demi sedikit,
mulai terurai.
sedikit demi sedikit akan terukur,
seberapa panjang sebenarnya ia.
sedikit demi sedikit akan terlihat,
warna apa saja di dalamnya.

jemari berurat itu dengan sabar mengurai kekusutan,
bahkan hingga telapaknya berkeringat,
dan kulit punggung tangannya menjadi lebih kusam dari biasanya.

hatinya bertaut,
sudah menahun berusaha menguat, jauh lebih kuat daripada kekuatan sebelumnya.
hatinya mengeras,
sekeras benda paling keras yang pernah ia temui.

benang itu berurai lebih banyak lagi.
tadinya ia padat, lengket satu sama lain.
sekarang ia lemah, lunglai, tidak berpegangan dengan teman benangnya yang lain.

benang itu menyerah,
menyerah untuk terus memadat.
ia menyerahkan diri, merelakan dirinya
untuk jadi sendiri.

jemari terus bekerja,
melepaskan satu demi satu tautan mati, yang semua orang kira tidak akan mungkin bisa dilepaskan.
jemari itu tidak berhenti.
ia tahu, ketika segumpal benang kusut itu sudah terurai,
ia akan mampu menjelmakannya menjadi sebuah rajutan.

benang tidak tahu,
bahwa rajutan jauh lebih indah daripada seonggok benang kusut.
tapi, suatu saat nanti,
ia akan tersadar bahwa dirinya sudah menjadi lebih indah.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates