very proud of you, ladies..

Belakangan saya ikut membantu dalam kegiatan belajar mengajar untuk TKW Indonesia. Kegiatan ini bisa berjalan atas inisiatif anak-anak Indonesia yang ada di Singapur, bertujuan memberikan pendidikan gratis untuk para TKW yang ada di Singapur dan belum berijazah.

Awalnya saya dengar kegiatan ini saat di KBRI, diceritakan oleh Dubes RI untuk Singapura, saat saya ikut kegiatan Pelantikan anggota IAI (Ikatan Arsitek Indonesa), dan saya tertarik untuk bergabung.

Gayung pun bersambut, beberapa bulan kemudian teman saya mendapat informasi untuk bergabung yang kemudian mengajak saya untuk turut bergabung. Dan voila, di sinilah saya. Ikut bergabung jadi guru yang mengajar IPA untuk kelas 8 semester 1.

Baru 2 kali mengajar, saya sudah dapat pandangan baru tentang mereka. Selama ini selalu menganggap mereka ‘hanyalah’ TKW, yang kadang terlalu tabu untuk disebut “Pembantu Rumah Tangga”.
Keberadaan saya di depan deretan meja-kursi, di depan kelas, dengan papan whiteboard kecil dan spidol membuat saya merasa bahwa kita sama dan sejajar, hanya saja saya jauh lebih beruntung.

Saat berada di depan kelas untuk mengajar, mau tidak mau saya bisa merasa hormat pada mereka, mereka sebagai orang yang lebih tua (rata-rata memang sudah berumur 20-an akhir dan sudah belasan tahun merantau ke Singapur) dan juga karena pengalaman hidup mereka yang jauh lebih berkerikil daripada saya.

Awal mengajar, saya sudah menjudge dan mengira bahwa mereka tidak akan serius belajar. Saya kira mereka menganggap kegiatan sekolah Kejar Paket B ini sebagai salah satu kegiatan pengisi waktu akhir minggu saja. Dan saya SALAH BESAR.

Mereka belajar dengan semangat, excited mendengar pengetahuan-pengetahuan baru, dan serius mendengarkan para guru-guru (yang lebih muda dari mereka) sibuk menjelaskan materi pelajaran.

Saya benar-benar terkesiap saat seorang ‘murid’ saya berkata, “Yah, kak.. Biologi ga ada itung-itungannya yah? Padahal saya lebih tertarik itung-itungan.”
Rasanya kepala saya langsung senut-senut. Teringat jaman dulu, jaman sekolah, saat rasa menyepelekan sekolah begitu membabi buta. Saya malu pada mereka, pada diri sendiri, pada orangtua yang membiayai sekolah saya.

Bisa-bisanya banyak anak-anak beruntung di Indonesia (dan di dunia) yang menyia-nyiakan masa sekolah mereka dengan membolos, malas belajar, sibuk narkoba, dan lain-lain. You should be ashamed of yourself, people.
Lihat para wanita yang setiap harinya sibuk melakukan pekerjaan rumah tangga, yang selalu kalian anggap berderajat tidak sama dengan kalian, mereka tidak beruntung tapi mereka mau maju, mereka mau belajar.. walaupun umur mereka tergolong sudah terlambat (walaupun tidak ada kata 'terlambat' untuk belajar), tapi mereka masih mau membuka buku dan memanfaatkan institusi ‘sekolah’ untuk memperbaiki taraf hidup mereka.

Untuk mereka yang beruntung karena masih bisa mengenyam bangku sekolah dan kuliah, jangan sia-siakan kesempatan itu.
Ingatlah mereka yang bersusah payah untuk mencicipi pelajaran sekolahan, ingatlah ketidakberuntungan mereka.
Untuk mereka yang beruntung karena masih bisa mengenyam bangku sekolah dan kuliah, jangan mengeluh. Teruslah berjuang. Selesaikan pendidikan kalian.
Ingatlah mereka yang setiap harinya harus melakukan pekerjaan rumah tangga, dan hanya bisa bersekolah selama 3 jam di hari Minggu, demi penghidupan yang lebih layak.
Untuk mereka yang beruntung karena masih bisa mengenyam bangku sekolah dan kuliah, tersenyumlah dan bersyukurlah.


Dan untuk mereka yang sekarang sedang mengikuti Kejar Paket A, B, dan C, teruslah berjuang. Mari kita bersama-sama memajukan tingkat hidup dan pendidikan bangsa Indonesia. Keberadaan kalian sebagai warga negara Indonesia turut mengharumkan nama bangsa di negeri tetangga. Teruslah jadi wanita-wanita kuat dan bersemangat.

We're very proud of you, ladies..

2 winds from friends and strangers:

melur said...

wow, gila gila gila! gue kali vel yg bangga sama orang2 kaya loe! wowowow...masih ada kah yg perlu bantuan? siapa tau gue bisa nerusin ke temen2 gue...kalo ada fwd ke email aku aja ya vel...nanti gue fwd juga ke temen2 gue yg kira2 minat bantu! waaaaaaaaw kalo gue di sana, gue pasti bantuuuuu....

proud of u vel!!!!

novel. said...

gue bangga banget sama pelopornya.. pas briefing pertama kali, gue ngeliat mereka dengan sangat rendah diri. mereka semua hebat-hebat lur. hehe.

eh gue ngajar sama anak2 ITB kok, banyak anak ITBnya.

oke. i'll message you if there's anything u could help. :) :)

thx a lot, mbak melur!!!

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates