you don't miss your water 'till the well runs dry.


life is so damn-short.. so, better i enjoy my life every single moment.

saya sadar betapa bencinya saya (a.k.a. : tidak menikmati) terhadap hidup saya di singapore, yang notabene berhasil menjauhkan saya dari keluarga dan kehidupan indonesia yang saya kecap sejak kecil.. but, hey, it was my choice.. so i can't blame anybody, but myself. and i know i was so silly if i kept complaining about everything.. so, i just lived my life, that's the best thing to do.

ketika saya sudah memutuskan akan back for good dalam hitungan bulan, semuanya tiba-tiba terasa 'berharga'.. terasa 'momental', terasa 'sayang', terasa 'duh..bentar lagi pergi'.. dan lain-lain.

negara kecil, yang saya tidak saya nikmati ini, yang mengajarkan saya tentang hidup sendiri dan bahwa hidup di luar negeri itu tidak selalu tentang bersenang-senang. mengajarkan tentang arti sebenarnya 'no pain no gain', juga tentang pentingnya keluarga dan waktu 10 hari yang diberikan oleh kantor saya sebagai cuti tahunan bersama keluarga. 10 hari dalam 365 hari adalah waktu maksimal yang bisa saya pakai untuk bersama 3 orang anggota keluarga inti saya, hanya satu per empat puluh hari dalam setahun..! what a bitter fact! :p

saya BELAJAR TENTANG SUSAHNYA CARI UANG, yang dulunya selalu saya anggap remeh, sampai harus menderita batin karena radang rindu dengan sanak saudara dan tanah air.

juga BELAJAR TENTANG CARA BERTAHAN DI TENGAH KOMUNITAS ASING, dimana orang Indonesia bukanlah kebangsaan yang begitu membanggakan di sini. menjadi kaum nomer sekian setelah ras mayoritas dan ras-ras lain yang juga telah bertinggal di sini lebih lama. keasingan itu awalnya membuat saya ingin marah.. rasisme yang saya alami membuat saya tambah benci. tapi toh, saya bisa BELAJAR MENERIMA DAN MENGHADAPI.

BELAJAR JADI ORANG YANG TIDAK HARUS IKUT ARUS DALAM PERGAULAN (and i'm proud of it!). saat semua orang melaju meninggalkan kebangsaan dan identitas pribadi, toh saya masih bisa berkata 'tidak' untuk hal-hal yang saya anggap tidak baik. bukan tentang setia kawan atau solidaritas, tapi tentang prinsip hidup yang memang harus dipegang teguh. kalau memang setia kawan dan solidaritas seharusnya pilihan 'tidak' adalah suatu pilihan yang patut dihormati oleh yang lain. ;)

BELAJAR MANDIRI. ini adalah kali kedua saya hidup sendiri.. seharusnya tidak begitu berat.. tapi toh saya tetap harus belajar banyak hal. kemandirian yang saya pelajari mungkin tidak cukup banyak dibandingkan teman-teman yang lain.. tapi setidaknya sedikit demi sedikit saya juga jadi belajar untuk benar-benar berdiri tegak di kaki sendiri. termasuk juga BELAJAR JADI DIRI SENDIRI dan BELAJAR SENDIRIAN DI TENGAH KERAMAIAN.

BELAJAR MENENTUKAN MASA DEPAN, BELAJAR MELANGKAH SENDIRI, BELAJAR MEMILIH SATU DI ANTARA BANYAK PILIHAN, BELAJAR MENGATUR DIRI SENDIRI, BELAJAR MENCARI APA YANG MENJADI PILIHAN HIDUP.

BELAJAR HIDUP SELARAS DENGAN ORANG LAIN, BELAJAR MENGURANGI KEEGOISAN, BELAJAR MENGHARGAI ORANG LAIN DAN DIRI SENDIRI.

BELAJAR MENDENGAR, tidak hanya bicara dan berharap orang lain terus mendengar, belajar bahwa di dunia ini saya hanya seseorang yang bukan apa-apa --- i'm just a tiny small person in this huge world, so i can't expect others to listen to me.. i need to listen to others first, because everyone need to learn from the lowest step.

BELAJAR BAHWA SETIAP MANUSIA ITU BERBEDA-BEDA KEPRIBADIANNYA.

BELAJAR LEBIH MENCINTAI NEGARA SENDIRI.

dan terutama BELAJAR JADI MANUSIA YANG SEDIKIT LEBIH BAIK.

saya tahu saya terlihat konyol karena menuliskan ini.. sekarang 'memuji-muji' singapore, padahal dulu mencerca-cerca. (eh.. saya tidak sepenuhnya memuji lho..) itulah kenapa judulnya 'you don't miss your water till the well runs dry'. :)

dulu saya mati-matian pengen ke singapore, lalu menyesal dan mati-matian ingin pulang ke jakarta.. melihat jakarta super indah dan kalau sedang pulang ke jakarta seperti mata air di tengah gurun. i have never been thankful when i was still in jakarta.

lalu saat mati-matian ingin pulang kampung, dan hampir terwujud.. toh akhirnya saya merasa sedih juga karena akan meninggalkan negara ini.. satu tahun lebih itu waktu yang sebentar dan sekaligus lama untuk merasa terbiasa hidup di sini.. tuh kan, benarrr.. rasanya sedih jugaaaa..

masih ada hitungan beberapa bulan lagi.. saya sedang BELAJAR MENGHARGAI WAKTU YANG TERSISA.

..takut menyesal nantinya.

2 winds from friends and strangers:

Metamorphosophia said...

...it's about mean the life...
mean our every single time...

Life is Learning Process, we are a leaner...
It's good when we realize it....and learn from what've happened in our life

Life is a journey, we are the ranger
Life has destination, we are the pursuer

Life

semangat!!!

novel. said...

yak betol mbak ofi.. semangatttt!

ada 'jalan lain' yang sudah menunggu setelah episode singapur ini. hehe..

mari menjelang kepulangan.. ;)

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates