kopral..

kopral..
ingat tidak kita bertemu dimana? dulu.

di sawah, kopral.

aku bertelanjang kaki, menyibak kain kebayaku yang menyerimpet kakiku sendiri.
kesusahan membawa bakul di punggungku, yang penuh hasil panen ubi.

aku baru dari kebun.
demi segelintir upah untuk makan hari itu.
lalu kamu lewat, kopral.
gagah. bersepatu tinggi dan menjinjing senjata, seragammu membalut sempurna tubuh tegapmu.
aku terpesona.
untung aku tidak jatuh dari pematang sawah, karena terus-terusan memandangimu.

kamu menyunggingkan senyum kecil di sudut bibirmu, kopral.
senyuman untukku. aku seperti terbang.
ah, kalau kuceritakan ini pada si mbok.. dia pasti tidak akan percaya.

benar saja. kuceritakan perihal dirimu pada si mbok, sesampainya aku di gubukku.
si mbok geleng-geleng kepala tidak percaya.
dia bilang padaku, "cah ayu.. kamu ojo kebanyakan ngelamun tho. bahaya. iso kesambet, ndhuk.." dia mengelus-elus kepalaku.
aku hanya tersenyum pahit. tidak ingin membantah si mbok.

tapi, waktu itu nyata kan, kopral?
kita memang berjumpa dan kopral memang tersenyum padaku?

sejak hari itu, aku selalu teringat kopral.
dan aku tidak pernah melihatmu di desaku lagi,
padahal aku selalu pulang dari kebun di waktu yang sama seperti saat kita bertemu.

ah, kopral..
aku memang gadis desa, yang hanya tahu dandan dengan mengepang rambut.
tapi, kalau sudah jatuh hati.. apa mau dikata?

aku berdoa pada Sang Gusti, semoga aku bisa bertemu denganmu lagi.

doaku itu terkabul, kopral.
puluhan tahun setelah doa itu kuucapkan.

walaupun rambutmu sudah memutih di sana sini, aku masih bisa mengenalimu.
kopral yang gagah, dengan senyum yang membuat hatiku berdesir.
aku bertemu denganmu, kopral!

ah, kalau saja kakiku tidak selemah sekarang, aku pasti sudah melompat gembira.

Gusti, terimakasih.. aku sudah bertemu dengan kopral.

aku bahkan tidak tahu namamu, kopral.
tidak tahu asal usulmu.
tapi, hatiku selalu menyimpan rasa untuk kopral. selama puluhan tahun.
aneh ya, kopral? aku tersenyum, tipis sekali.

sekarang, aku sudah ikhlas. aku sudah bertemu kopral.

kututup mataku perlahan.
selamat tinggal, kopral. sampai bertemu lagi.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates