just a quick thought in a writing..

karena beberapa hari ini, saya berkutat dengan seorang teman pulang ke jakarta.. otomatis jadi banyak berbincang dengannya.

tentang hidup.

dan ternyata..banyak kesamaan yang kami pikirkan untuk masa yang akan datang.. dan tentang bagaimana hidup ini selayaknya dijalani.

dreams that we have in common are :

kami punya mimpi untuk kerja di lsm dan menghabiskan masa tua di desa.

hehe.. mungkin, seharusnya kami menikah dan hidup berdua saja. ahaha.. sayangnya, dia cewe juga. :p

why do we have that dreams?
mungkin sebuah pencapaian pemikiran tentang hidup. bahwasanya, duniawi yang extravaganza itu melelahkan. karena, manusia tidak akan punya batas kepuasan.. yang pada akhirnya justru akan menjerumuskan manusia itu sendiri.

kami membayangkan..
jika bekerja di lsm. bukankah goal akhir, bukan lagi tentang uang?
bukankah yang tersisa adalah keinginan untuk berbagi dan hidup seadanya yang berkecukupan?
bukankah merk handphone menjadi hal yang tidak lagi penting?
justru, pengakhiran hidup demikian yang menjadi melegakan.. dimana, kesusahan hari ini memang untuk hari ini saja (mengutip ayat Kitab Suci).

tidakkah menyenangkan, ketika standar ukuran kesuksesan bukan lagi dihitung dengan jumlah pendapatan yang masuk ke rekening?
tidakkah menyenangkan, dimana sepatu bukan lagi harus berjudul nike atau charles and keith, namun sudah berubah nama menjadi swallow?
tidakkah menyenangkan jika anak-anak yang tidak kita kenal dan tidur di kolong jembatan, nantinya mau membuka mata untuk ilmu pengetahuan karena kitalah yang mengenalkan itu semua pada mereka?

dan bukankah menjadi orang desa itu justru membuat kita menjadi lebih sosialis?
bukankah menyenangkan jika kita membuka mata di pagi hari, dan melihat hamparan hijau di depan jendela kamar kita, dan bisa mencium bau embun pagi?
bukankah bisa membuat kita menjadi lebih peka terhadap sesama dan mampu mengasah sendi syukur kita untuk berserah dan menghaturkan beribu terimakasih pada Ilahi?

bukankah kesenangan-kesenangan sederhana justru lebih menentramkan hati?

dan sampailah pada titik..
meninggalkan ke-uang-an, yang menjadi pusat permasalahan manusia. dimana manusia menjadi picik dan menghilangkan akal sehatnya. dimana, uang menjadi ukuran mutlak di dunia ini.

aha.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates