dunia mimpi.

Adik saya mengkoleksi ratusan mainan, dari mobil-mobilan sampai orang-orangan. Semuanya lengkap. Jumlahnya hingga berkardus-kardus. Saat kecil, setiap hari dia menggelar mainannya, ibu saya sampai mengomel-ngomel kalau dia sudah mulai mengeluarkan mainan-mainannya dari kardus. Lantai di ruang keluarga sampai penuh dan berantakan karena mainan aneka warna serta jenis.

Saya juga setali tiga uang dengan adik saya. Punya banyak mainan, walaupun berbeda jumlah, jenis dan juga karakter dalam memainkannya. Mainan standar anak perempuan adalah barbie, dan semua boneka-boneka cantik yang bisa dirias dan diganti-ganti pakaiannya. Tapi, di luar semua itu, saya lebih suka mengarang-ngarang cerita tentang kehidupan mereka..walaupun hanya di dalam pikiran.

Mainan adik saya, yang berupa karakter orang-orangan, kebanyakan adalah lelaki, sehingga saya sering mencomotnya dan menjadikannya karakter lelaki dalam dunia mainan saya. Saya ciptakan kehidupan dengan plot dan cerita. Saya buatkan rumah dan pelindungnya. Saya berikan waktu untuk mereka. Saya berikan konflik untuk mereka. Seakan-akan semuanya memang nyata berjalan, sesuai dengan waktu dan hidup yang saya lewati.

Dunia khayal yang saya ciptakan itu, membawa saya ke sebuah dunia di dalam pikiran saya. Saya membentuknya menjadi dunia yang nyata untuk saya, dunia fiksi. Dan tanpa saya sadari, itu menumbuhkan impian saya.. Impian yang selama ini memang benar-benar impian. Saya tidak tahu bagaimana menggapainya, bagaimana memulainya, bagaimana menjadi percaya diri karenanya.

Saya selalu bermimpi menjadi penulis.

Okay, I'm opening my dream's box. I'm taking out one of my dream, now. It's a gambling, whether it is going to be true or it will just be a dream until then.

Saya kangen, pada masa kecil saya. Dimana semua kepolosan imajinasi menyeruak di alam pikiran saya. Saya ingin menulis dengan bebas, seperti saat masa SMP saya. Saya ingin menulis dengan puas, seperti saat SMU dulu.
Saya ingin menulis, tidak perlu setenar Agatha Christie atau sefenomenal Dewi Lestari.. Saya belum menginginkannya.

Semuanya perlu dimulai, dan saya memulai dengan membuka kotak mimpi..

7 winds from friends and strangers:

Metamorphosophia said...

Pursue our dream :)
Do the best that we can....

Biar ngga penasaran....
Klo-pu ngga mencapai apa yang kita impian , kita udah berhasil (berhasil untuk : BERANI memcoba meraihnya)
kegagalan terbesar adalah saat kita nggak berani untuk memcoba...

Semangat!!!!

novel. said...

iya fi..

ayo bermimpi.. ;)

melur said...

ya kalo misalnya elo punya mimpi, kejar sampe dapet vel.. jangan terjebak di comfort zone elo yg skarang..
kayak gue waktu itu, memang sih berat.. tapi keberuntungan selalu memihak mereka yang berani kan? (fortuna favi fortus) kalo kata orang2..
good luck!
gue tunggu tulisan elo :)

novel. said...

maturnuwun, jeng melur..

iya nih..takut memulai, ga tau jalannya ada dimana. hehe.

doakeun,, ;)

Metamorphosophia said...

http://wahyuhs.blogspot.com/

semoga cukup membantu dalam menulis ...
Itu blognya Wahyu HS, penulis skenario & tim kreatif yang sinetron2nya alhamdulillah bernilai & bermakna (diakui SBY lho :p )...

amd..proudly I say : alhamdulillah he is my uncle (2nd line)

kristanti paramita said...

hayo, hayo..dilanjutin bab 4 nya..:)

novel. said...

iya..mbakyu.. sabar.. :)

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates