[rasa itu nyata]

kemarin malam baru saja menyelesaikan rectoverso, yang disayang-sayang supaya tidak cepat habis dibaca. tapi, toh tetap saja bisa cepat habis dibaca.

diiming-imingi kerinduan membaca tulisan dewi lestari, sang supernova, buku berfisik menarik itu saya lahap dengan hati berdebar. berdebar, karena sedikit banyak perasaan saya menyerupai apa yang tertulis di sana.

and i hate it, because it's right.

paparan yang membuat saya makin 'membenci' rectoverso adalah : 'peluk'.
paparan suara hati yang nyata. yang membuat saya mengangguk-angguk dan menahan sesak di kerongkongan.

rasa itu nyata.
rasa yang saya debarkan setiap hari, sudah tidak sama lagi. tapi, ia masih ada di sana.. masih mengalir dalam darah.. masih terkandung dalam hembusan napas.

entah itu apa.

dan entah kapan saya bisa memeluk untuk terakhir kali.

..dan tidak lagi kembali.


mungkin seperti si supernova.

Comments

Popular Posts