[belajar memandang kota dengan sudut virgin]


sudah dua hari ini, saya dan teman-teman bertemu dengan dosen semasa kuliah dulu. namanya bu elisa. beliau sedang berkunjung ke singapore, dalam rangka presentasi di NUS untuk sebuah topik urban yang mengetengahkan kawasan kelapa gading sebagai studi kasus.

sepanjang mengobrol dan berjalan dengan beliau, berkali-kali saya menangkap selipan kekaguman dari bibir beliau. kekaguman terhadap suasana kota, yang diwujudkan dalam kata-kata pujian obyektif.

beliau dulu mengambil master (atau s3? saya agak lupa) di jepang, spesialisasi pada bidang urban (perkotaan). dan dia sudah mencicipi kehidupan urban modern a la jepang. kunjungan ke singapore kali ini adalah kala kedua, dan dia masih terus mengagumi bagaimana ruang-ruang kota dibentuk dan dirasakan sebagai ruang berkota. decak kagum terus bergulir, memasuki ruang telinga saya.

virginitas sebagai turis yang dibawa oleh beliau mengusik saya. mengusik pandangan saya. mengusik sebuah mind set yang selama ini sudah saya bentuk di dalam benak.

saya sudah berpikir subyektif selama ini. menganut fanatisme berlebihan (yang dalam pelajaran PPKN pun dilarang) terhadap negara sendiri.

mungkin, ketika mata saya, otak saya, kulit saya, dan hati saya dicuci bersih-bersih. dan dimulai lagi sebagai sesuatu yang baru dalam memandang kota singapore, di-restart, saya akan lebih melunak. saya akan lebih menganggap singapore sebagai sebuah kota yang nyaman untuk hidup meng-urban.

virginitas untuk memunculkan decakan.
virginitas untuk menghargai kegiatan berjalan sebagai bagian dari ruang yang hidup.
virginitas untuk tersenyum dengan kenyamanan bertransportasi publik.
virginitas untuk berterimakasih terhadap kota yang tidak mengancam.
virginitas untuk kembali pada rasa ber-kota.
virginitas dalam memandang kota sebagai keseluruhan, sebagai referensi, sebagai preseden, sebagai tempat bertinggal, dan sebagai tempat saya berinteraksi secara indrawi

virginitas itu..

4 winds from friends and strangers:

melur said...

hate singapore, just love the friends only :p

cheers

novel. said...

same here.

but at some points, i'm tired of hating.

..and here i am. learning to see it from another perspective. hoping that i won't feel tired anymore. ;p

Metamorphosophia said...

I feel it's not as bad as that....
A lot of thing I've found here...
I see the sky is really beautiful.... it's almost everyday here... (I rare feel those beauty when I was in Depok, or actually there were, but I didn't realized it? cause had no-time for just saw it...all our time for studio? :p he he )
I can breathe clean air...every time!
I can walk comfortably :)
see...a lot of positif things here...
So, try to find its positiveness...tough a lot of negativeness :)

novel. said...

fi
langit jakarta juga ga kalah kok sama singapur.
gue baru nyadar kemaren.
ga kalah biru, ga kalah jernih.

maybe u just didn't realize that the jakarta's sky was as beautiful as the sky here. ;p

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates