STOP ANIMAL ABUSE!


Keprihatinan ini muncul tiba-tiba. Karena ketidaksengajaan memilih jadwal menonton hari ini, jam 2, di The Cathay. Saya malah menemukan kampanye keprihatinan terhadap kekerasan yang dilakukan pada hewan.

Awalnya tidak begitu tertarik, karena saya bukan orang yang terlalu fanatik pada idealisme tersebut. Saya memang suka binatang, namun tidak terlalu "aware" dengan kekerasan-kekerasan yang terjadi. Sama halnya dengan kampanye "go green"..saya peduli terhadap lingkungan dan sangat anti buang sampah sembarangan, namun bukan fanatik dan jadi volunteer kampanye itu.
[harap maklum,,saya punya seperempat darah apatis, hehe]

Kampanye itu tidak terlalu menarik perhatian saat datang ke Cathay. Hanya dilewati dan dilirik sedikit-sedikit..itu pun karena ada yang jualan kaos lucu.
[harap maklum, saya tergila-gila pada segala jenis kaos]

Waktu keluar dari Cathay, selesai nonton Eagle Eye, teman saya, Anindita yang mulai histeris berteriak-teriak melihat ada 3 ekor anjing di situ. Dia memang pencinta anjing (saya juga sih,,hehe) dan sedang kangen sama anjingnya di rumah. Tadinya, saya dan Lisa ingin berfoto dengan seseorang yang memakai kostum,,tapi akhirnya tidak jadi karena mungkin akan dimintai donasi (keliatan pelitnya, hehe. walaupun pada akhirnya, sebelum beranjak kami tetap memberi sedikiiiiiiiit donasi kok). Jadi akhirnya hanya melihat dari jauh, dan malah berfoto di dekat instalasi F1 Grand Prix (loh?).

Tapi, akhirnya setelah berfoto,,kami datangi juga stand kampanye anti kekerasan terhadap hewan. Saya tertarik dengan macam-macam kartu posnya yang seharga 50 sen..
[harap maklum, selain kaos..saya juga gandrung dengan kartu pos]
Selagi saya memilih-milih kartu pos, Anind akhirnya tidak tahan dan menghampiri 3 ekor anjing itu, yang memang sengaja dijadikan "SPG" kampanye ini (lengkap dengan pemiliknya). Dia bahkan menggendong salah satu anjing putih yang kakinya pincang..dan anjing konyol yang hiperaktif, hehe.

Saya akhirnya malah membeli satu kaos hijau yang tulisannya cukup nampol. Sebarkan vegetarianisme. Padahal, saya kan anti sayur mayur (kecuali kangkung dan segala sesuatu di dalam pecel atau gado-gado).

Lalu, kami sempat membaca spanduk yang menceritakan tentang kekerasan pada hewan. Tentang kelinci yang dijadikan percobaan kosmetik, jual beli satwa liar, dan lain-lain.

Barusan, saya buka web-nya ACRES (organisasi yang berkampanye di Cathay tadi), dan memang memprihatinkan.

"From young, we are taught how we are different from animals, rather than what we have in common with them. So most of us grow up accepting the idea that animals are to be exploited and used for our own ends."
(A Guide to Cruelty-Free Living)


Petikan di atas menunjukkan, betapa egoisnya manusia. Superioritas yang dipergunakan tidak pada tempatnya dan sama sekali tidak bijaksana.
Kekejaman "memenjarakan" hewan ternak di tempat yang sempit dan sama sekali tidak "hewani". Hewan-hewan tersebut (bahkan juga : ikan) mengalami berbagai gangguan fisik dan juga stres karena keadaan tempat hidup yang sedemikian tidak sehatnya.
Penggunaan bahan-bahan kimia untuk meningkatkan produktivitas juga banyak menyebabkan penyakit pada hewan. Mengakibatkan hidup mereka menjadi tidak sehat dan diliputi stress.
Begitu juga dengan pemisahan bayi hewan dari induknya dari habitat liar, lalu dikerangkeng dalam sebuah kandang. Dijadikan hewan sirkus. Disiksa menggunakan pecut saat dilatih. Dan lain-lain. Kejamnya..

Ada gambar yang membuat saya bergidik, seekor kelinci yang matanya seperti sakit belekan adalah hasil percobaan kosmetik. Kosmetik yang dipakai oleh para wanita, harus mengorbankan mata seekor (atau bahkan berekor-ekor?) kelinci. Kasihan.

Banyak orang yang alergi pada bulu hewan, atau tidak suka hewan. Itu bukan masalah, dan sama sekali bukan alasan untuk menyiksa hewan-hewan liar. Sayangilah hewan-hewan itu..mereka adalah makhluk hidup, yang walaupun tidak berderajat setara, namun tetap layak disayangi dan dipelihara kehidupannya.

Dan berhentilah mengagumi aksesoris ataupun fashion yang terbuat dari bulu-bulu hewan. Ah, tidak. Itu sama sekali bukan hal yang patut dikagumi.

Kasihanilah mereka..


2 winds from friends and strangers:

stephanie said...

setuju banget!! heheheh e:) telat yah gwe?...

novel. said...

nggak ada kata "telat" untuk sesuatu yang baik kok.. ;)

cheers dan salam kenal. :D

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates