pertanyaan-pertanyaan.

Bertanya adalah pertanda orang hidup. Bertanya adalah pertanda otak masih berfungsi.

Belakangan saya sering merenung, dan bertanya.
"Apa sih yang saya lakukan di sini?"

Pertanyaan bodoh. Saya sering berpikir kalau saya ini sangat tidak mensyukuri hidup, sementara banyak orang yang ingin sampai di sini, saya malah mempertanyakan dan meragukan ke-"valid"-an keberadaan saya di sini.

"Apa sih yang saya cari di sini?"
Mungkin, jawabannya adalah uang dan kebebasan.

Kalau pulang dari kantor dan harus menempuh perjalanan 16 stasiun MRT sebelum sampai di Eunos, seringkali saya melihat ke sekeliling saya. "Apa sih yang orang-orang ini lakukan?"

Saya bangun jam 06.50 dan tidur jam 00.00, SETIAP HARI (weekdays), dari sejak hari pertama saya datang sampai hari ini.
Ya ampun, saya sudah berubah jadi statis. Ya ampun, saya sudah me-robot-kan diri saya sendiri.

Teman saya waktu itu pernah nyeletuk demikian saat makan siang.
"Dari sejak pertama kali dateng ke Singapur, gue selalu minum Te Ping."

Statis.
Kata yang saya torehkan besar-besar di otak saya.

Karena itu, apa yang saya lakukan di sini?

Bekerja dan cari uang. Kalau itu jawabannya, teman saya yang lain punya pertanyaan lain untuk saya.
"Kalau udah dapet uang, terus kita mau ngapain, Vel?"
"S2."
"Kalau udah S2?"
"Bikin biro."
"Terus?"
"Dapet duit. Terus keliling dunia."
"Setelah itu?"
"..."
"Gue tuh mikir..sebenernya kita lagi ngapain sih? Apa sih yang kita cari sebenernya? Dan kenapa kita ngejalanin ini semua? Apa lo tau apa yang lo pengen dan apa yang bakal lo wujudkan?"
"..."

Benar adanya.

Sebenarnya, "apa"?

Comments

Popular Posts