Kosong.

Hari ini saya melihat sebuah meja kosong melompong di belakang saya. Padahal kemarin, masih penuh dengan barang-barang, masih penuh dengan kertas-kertas proyek yang bertebaran, pulpen-pulpen, handphone, dan berbagai macam benda.
Hari ini, sudah kosong. Sepi. Seperti tidak menyisakan kenangan apa-apa, seperti tidak pernah disentuh, seperti memang tidak berpenghuni..meja yang ditinggalkan. Dia tidak bersuara, meratap kepergian sang majikan, dan mungkin akan merindu.
Setiap pagi, telepon selalu berbunyi dan mencari sang pemilik meja. Tapi pagi ini, sangat sunyi. Telepon di meja itu tidak berdering, komputer tidak menyala, dan tidak ada seorang pun yang menempati kursinya. Hanya suara tak tuk tak tuk dari keyboard dan klik klik dari mouse yang menghiasi atmosfir suara ruangan kantor. Mungkin masing-masing memikirkan keberadaan orang yang tidak hadir di ruangan ini.
Perpisahan selalu demikian, meninggalkan ruang kosong..yang selalu terasa hampa dan menuntut saya untuk menarik napas panjang, agar kekosongan itu segera menguap. Tapi tidak pernah berhasil, selalu meninggalkan perasaan mengganjal yang tidak mengenakkan di dada.
Berkali-kali saya menengok ke belakang, ke arah meja itu. Selalu "kosong" yang muncul di benak dan hati saya. Kosong dan hilang.

Saya biarkan sang meja sendirian, mungkin untuk mengenang sang majikan. Saya harap, dia tidak menangis.


0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates