"nggak" banyak.

emosi gue terbakar nih.
denger keberadaan mahasiswa jaman sekarang. anak ui. anak teknik. anak arsitektur. semuanya sudah tenggelam,,cuman tinggal kenangan aja masa-masa indah dan penuh kebersamaan.

dengar-dengar. anak ars sekarang udah ga pada peduli satu sama lain lagi ya?
komunikasi antar angkatan udah ga lancar ya?
kebersamaan udah ga ada ya?
selasar kaya kuburan ya?
kepanitiaan nggak mikirin proses ya?
kepanitiaan sekarang yang penting "ada" ya?

padahal dunia kuliah gue tuh bener-bener INDAH (dalam arti kiasan dan arti sebenarnya). gue dapet banyak hal.
dapet temen.
dapet ilmu akademis.
dapet ilmu sosialisasi.
dapet ilmu organisasi.

semuanya gue dapet.
dari yang tadinya cuman maba yang nggak ada apa-apanya,,
trus ada di kepanitiaan, dimarah-marahin senior karena ga becus pas jadi WaPO waktu bikin SA, dan akhirnya SA 2003 malah dipuji2 sama senior..karena kebersamaan. padahal kami cuma melakukan semuanya dengan senang hati, ikhlas, dan ga berlebihan..benar-benar seadanya. we did it because we want it to be a moment of our life, kepanitiaan pertama kami, pertama kali kami dianggap sebagai warga jurusan. (memang,,ada beberapa kerikil komunikasi di dalamnya,,tapi toh bisa jadi momen yang nggak terlupakan kok)

setelah SA, masih ada bukpus angkatan, PSB Bollywood, PSB Folk Tale. Nggak semua kepanitiaan yang angkatan gue bikin selalu jadi the best. But, at least, kami sebagai panitia nggak pernah nganggep itu sebagai beban, nggak pernah ngerjain dengan terpaksa dan bersungut-sungut.
Tau kan kalo PSB Bollywood (kebetulan gue PO-nya) itu bener-bener compang-camping. makanan kurang. tempat nggak mendukung. acara berantakan. wisudawan/wati nggak puas. tapi panitia nggak peduli, tetep aja ngasih yang terbaik..walau itu hanya sumbangan drama a la Bajrukh Khan..walau nyokapnya kriesh harus nyumbang makan malem (karena kekurangan makan)..walau tempatnya cuman di aula depan rumah kriesh karena wisudawan ga ada yang bisa menyediakan tempat (tempat terbatas dan jumlah wisudawan dikiiiiit banget). semuanya nggak masalah, tetep jalan, dengan sederhana dan penuh kekeluargaan.

sama halnya dengan OH 2006 di Poin Square yang nggak sesukses OH-OH sebelumnya. masalahnya sama, dana. tapi toh semuanya tetep jalan. yang penting kemauan buat nyumbangin waktu pribadi, yang penting nggak pamrih, yang penting kami bisa belajar dari kegiatan organisasi ini..semuanya itu ILMU yang nggak bisa didapet dimana-mana selain di dunia kuliah.

apa sih bedanya dulu sama sekarang?
senior sama junior sama2 manusia..sama2 mahasiswa pada jamannya.
tapi kenapa justru kapasitas sebagai mahasiswa itu yang perlu dipertanyakan? kenapa arsui jadi kaya gini? kenapa nggak kaya dulu lagi? kenapa bikin alumni-alumni (gue salah satunya) jadi sedih dan kecewa?

mungkin 2003 salah (memang iya sepertinya). mabim-in adek-adeknya dan nggak berhasil. tapi, keadaan sekarang udah jauh melenceng dari apa yang "seharusnya" ada di jaman dulu. nggak ada perbaikan, semuanya kemunduran. kalau memang metode mabim jaman dulu udah nggak berhasil diterapkan, please..ciptakan metode baru. please..kembaliin arsui jadi kaya dulu lagi..

maafin 2003 kalo emang nggak pernah jadi senior yang baik,,nggak pernah ngajarin apa yang "seharusnya".
kami nyesel. dan sekarang bukan cuma penyesalan yang ada di dada gue (dan banyak temen-temen gue), udah bercampur marah, kesal, dan juga kesedihan yang mendalam.
maafin kami karena nggak bisa berbuat banyak sekarang.
sekarang udah bukan kapasitasnya lagi kami "mengajari" dan mungkin mendikte apa yang seharusnya kalian lakukan. kami cuma alumni,,yang pernah jadi mahasiswa seperti kalian..bedanya : kami melakukan hal yang berbeda dulu, kami mengalami hal yang berbeda dulu, kami punya tujuan berbeda dulu..bukan cuma sekedar "kewajiban" mengadakan proker..tapi karena kami memang peduli jurusan.

apa yang bisa mengubah keadaan sekarang adalah kalian sendiri.. temuin apa yang sebenernya pengen lo kasih buat jurusan, seberapa peduli lo sama jurusan ini.
kalo cuman segini yang lo kasih, berarti memang cuman segini yang bakal lo dapet di masa kuliah..dan itu sama sekali NGGAK banyak.

3 winds from friends and strangers:

antoge said...

'there's something that will always in the state of changing."
Sebagai seseorang yg belajar arsitektur kita seharusnya lebih memahami hal ini dibandingkan kebanyakan orang.
Budaya, manusia, dan kehidupannya berubah setiap detiknya dengan percepatan..
Mungkin mereka memang seharusnya demikian..
Mungkin akan terjadi sesuatu yg tidak baik klo kita memaksakan mereka menjalani "jalan kita dulu"..
Mungkin kita saja yang tidak bisa memahami "jalan mereka sekarang".(jika tidak memahami sesuatu hal bukan berarti hal itu salah..)..
atau Mungkin memang mereka salah dan kita benar..

Satu hal yg saya yakini, kita tidak berhak mengatakan mereka salah apalagi menyebut mereka 'menjijikan'.. Ingat, ketika kita mengatakan seseorang itu 'gila' selalu ada dua kemungkinan mereka gila, atau kita yg gila, krn org yg gila selalu menganggap dirinya tidak gila..

Tidak baik memaksakan sesuatu.. "Order" yg dipaksakan akan menimbulkan 'cultural resistant,' dan tidak adanya 'order' akan menimbulkan 'chaos'. Oleh karena itu jgn percaya pada persepsi, karena persepsi hanya bekerja pada permukaan, go deeper, find something beneath the surface, find the truth. Jgn buru2 memberikan judgement, pendapat & argumen hanya untuk dikeluarkan, bukan dipaksakan, argumen yg dipaksakan adalah argumen yg lemah..

Saya pribadi setuju dengan pendapat snior yg lain, tp bkan berarti mnjadikan itu sbgai batas pemikiran. Mayoritas bukan berarti benar. Ada kalanya seluruh dunia dan pemikir2nya menyatakan bahwa bumi ini datar, tetapi??

There's no such thing as ideal. Ideal is a concept taken from an unperfect dream..

THINK.RETHINK.RETHINK.RETHINK....

novel. said...

to.
memang senior bukan berarti benar. tapi toh buktinya,,kita yang dulunya junior juga kemakan "kebenaran" para senior kita dulu..dan berhasil menjadi kita yang kaya "sekarang". at least, itu yang kita yakini sebagai sesuatu yang benar sekarang dan menjadikan apa yang ada di jurusan sekarang menjadi "salah" (atau "melenceng").

gue ga maksa mereka jadi seperti kita atau menjalani hal yang sama seperti kita. jalan selalu beda, tapi tujuannya tetap sama. tujuan yang baik.
kita baik. dan kita pengen mereka juga baik..seperti halnya kita. itu yang gue pengenin. entah bagaimana cara mereka mencapai titik "baik" itu. tapi, yang gue liat sekarang..JAUH dari "baik".

novel. said...

barusan gue baca bulletin board di FS.
ada seseorang yang bilang "urusin aja urusan lo sendiri. emangnya kita bakal ada di jurusan ini sampe selama2nya? cape gue sama urusan nilai-nilai kema yang harus dicapai. bull sh*t. dunia masih luas, bukan cuman di jurusan ini doang." dst.

gue kasian..ngeliat pembelaan dia yang ternyata "cuma" gitu.

apa dia nggak tau kalo "dunia luar sana" itu nggak bakal cuman "seukuran jurusan".
kalo yang cuman "seukuran jurusan" aja dia nggak bisa peduli, nggak bisa terlibat, nggak bisa menangani dan jadi bagian di dalamnya..GIMANA BISA dia peduli, terlibat, menangani dan jadi bagian "dunia luar sana".

oh please. grow up man! belajarlah mendengarkan apa kata orang..apalagi yang emang udah pernah "ada" di posisi lo.

mengutip (dan menuturkan kembali dengan bahasa sendiri) ayat dari Kitab Suci.
"belajar menghadapi hal-hal yang kecil dulu. baru lo bisa menghadapi hal-hal besar"

jurusan dulu. baru dunia luar sana.

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates