mellow.

Mellow mode : on.

Tidak suka dengan keadaan perasaan sekarang. Banyak kehilangan, banyak datang dan pergi, banyak hal yang tidak diharapkan, banyak kekesalan, banyak ketidaksukaan, banyak sakit hati, banyak patah hati, banyak kesedihan, banyak airmata.

What a pathetic life.

Banyak orang datang dan pergi, banyak perpisahan terjadi, sesuatu yang sudah menjadi "biasa" sudah hilang, pergi jauh, pergi dibawa angin, pergi dibawa waktu, yang ada cuman kenangan di otak..di hati. Semuanya sudah jadi masa lalu, hanya bisa diingat-ingat dan nggak tau sampe kapan ingatan itu bakal tetep di sana. Ingatan manusia kaya RAM komputer yang terbatas pada hitungan giga, yang kalo udah penuh..harus ada yang dihapus,,supaya nggak eror. Takut kalo ingatan gue menghapus kenangan yang salah..kenangan yang justru pengen gue inget terus sampe mati.

Banyak hal yang tidak gue harapkan..banyak hal yang seharusnya nggak perlu dirasakan. Hanya karena gue masih terikat pada rasa "tidak mau meninggalkan masa lalu", "masih sayang kalau dilepas", "masih pengen", dan masih-masih yang lain yang sebenernya bukan alasan kuat.
I'm still there, I've never moved on.
I've never proved that I'm moving on.
I was just pretending that I've moved on.
I lied to myself.
That's why, it's pathetic.

Hanya karena perasaan ingin mencinta. Ingin dicinta. Lalu semua dianggap cinta. Padahal itu sebenernya hanya nafsu, perasaan lumrah manusia yang sebenernya hanya perlu disalurkan. Sayangnya,,nggak ada kurir perasaan cinta yang bisa menyalurkan perasaan ini ke orang yang tepat, selalu disampaikan ke orang yang salah,,orang-orang yang nggak bisa membahagiakan gue, orang-orang yang nggak akan pernah ada di masa depan gue. Sayang sekali..

Gue juga bingung dengan diri gue sendiri. Sebenernya apa yang gue cari? Apa hanya butuh sebentuk raga yang bisa jadi objek pelampiasan rasa cinta dan sayang? Atau seseorang yang bisa dijadikan objek impian masa depan?
I don't even know my goal. Yes, I want to get married! But, I just can't imagine how to get there.
Gue pengen menikah sebagai suatu keputusan bulat yang nggak bisa diganggu gugat, keputusan yang dicapai dengan kesepakatan bersama, karena yakin kalau kami memang adalah soulmate, memang diciptakan untuk bersama, dan memang sudah waktunya membagi hidup pribadi menjadi "bersama", bukan karena diburu waktu dan umur.
Keputusan-keputusan yang diambil dengan obyektif dan dengan kepala jernih, bukan karena subyektifitas dan keinginan prematur.
Sebuah pernikahan yang menjadi sakral dan intim, karena perasaan yang hanya gue dan dia yang tau, perasaan manis yang mungkin hanya ada di komik-komik serial cantik atau film-film romantis hollywood.
Entah kapan akan sampai di titik itu. Dan entah siapa yang akan jadi "orang" itu.

Ah, sial.
Benar-benar mellow.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates