dirgahayu indonesia-ku.


17 agustus 2008.
63 tahun setelah proklamasi kemerdekaan republik indonesia dibacakan oleh soekarno-hatta.
63 tahun bangsa indonesia sudah merayakan kemerdekaannya.
dan sekarang sudah mencapai angka 60-an, angka dewasa, angka matang, angka tua, yang tidak lagi "bertingkah" kekanak-kanakkan.

yah, lepas dari itu semua.
selamat ulang tahun, negaraku! semoga panjang umur dan menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

17 agustus-an di negara berbeda terasa ganjil. tidak ada gegap gempita merah putih (ada sih merah putih dimana-mana, tapi merah putih-nya singapore karena mereka juga merayakan kemerdekaannya tanggal 9 agustus). tidak ada kemeriahan lomba-lomba yang biasanya lazim dilihat di setiap RT. tidak ada merah putih yang dipasang di tiap-tiap rumah. semuanya berbeda. hanya merasakan kemerdekaan di dalam hati, merasakan tambah umur di dalam pikiran, merasakan hut untuk diri sendiri.

untungnya hari ini sempat bangun pagi dan mengejar upacara bendera di kbri singapura, walaupun awalnya sempat mandek dan enggan untuk bangun pagi. hehe. tapi karena paksaan dan sudah ada itikad baik di dalam hati, akhirnya sampai juga di 7 chatsworth road (alamat kbri singapura) jam 9 pagi. saya dan teman saya (ofi) mengira upacara akan dimulai jam 9 teng. ternyata, seperti biasa, upacara belum dimulai..jam karet. hehe. waktu masuk ke hall kbri, semua orang sedang beramah tamah, mengkonsumsi sarapan, saling menyapa, dan bergosip (ibu-ibu dharma wanita berkebaya dan bersanggul,,biasa lah..khas ibu-ibu, hehe).

sekitar jam 9.20, kami semua diinstruksikan keluar hall untuk menuju halaman depan kbri, yaitu tempat dilangsungkannya upacara bendera. ada pembagian barisan, yaitu staff kbri, keluarga kbri, masyarakat indonesia (masyarakat sipil), dan siswa-siswa aubade. masyarakat sipil dipimpin oleh seorang berseragam putih, TNI AL, dan diajari cara hormat bendera, dia bilang warga sipil yang tidak memakai tutup kepala (topi) tidak usah hormat dengan mengangkat tangan, cukup menundukkan kepala. saya kecewa, karena esensi upacara kan ada di hormat bendera merah putih saat prosesi pengibaran bendera.
setelah barisan diatur dengan jarak setengah lencang kanan, kami semua siap menunggu instruksi protokol yang memegang daftar acara upacara. lalu, dari pengeras suara, tiba-tiba seseorang berkata "semua peserta upacara melakukan hormat bendera dengan mengangkat tangan." yippieee! asyik, kekecewaan sirna. pemimpin barisan berseragam putih tampaknya agak malu, tapi lalu dia memimpin latihan hormat bendera dengan mengangkat tangan untuk kami, para warga sipil.
tidak lama, upacara dimulai. hanya ada tiga baris karena lahan yang tidak mencukupi (melebar), namun terdapat banyak banjar. prosesi hormat kepada inspektur upacara sedikit konyol, karena ada suara rekaman artifisial yang berbunyi "ter re re ret te ret jeng jeng jeng" (bunyi yang nggantung). saya dan ofi kerap tertawa kalau bunyi itu dikumandangkan.
pengibaran bendera cukup khidmat, dengan pasukan paskibra (yang anehnya hanya berjumlah 12 orang) yang tidak melakukan kesalahan. sayangnya, pengumandangan lagu Indonesia Raya dalam durasi singkat, karena tempo lagu yang dipercepat. tapi, saya bangga, saya bisa hormat kepada bendera merah putih!
terus terang, prosesi upacaranya sendiri bisa dikatakan tidak tertib, saya juga tidak tertib. saat harus hormat bendera, saya malah masih sibuk memotret paskibra dan akhirnya terlambat mengangkat tangan (maaf..). segerombolan anak lelaki di barisan belakang saya juga sibuk mengobrol. bapak-bapak di depan saya juga sibuk dengan kamera digitalnya. memang rasanya berbeda, upacara saat masih memakai seragam sekolah dan upacara saat sudah memakai pakaian sipil. tapi, saya bangga dan senang, warga negara indonesia di singapura masih peduli pada ulang tahun negaranya dan masih rela meluangkan waktu untuk ber-upacara bendera (yang sebenarnya bukanlah kewajiban).

ada momen lucu saat kelompok aubade melantunkan lagu-lagu perjuangan. ada lagu "17 agustus", lagu "halo-halo bandung", lagu "padamu negeri".. dan terselip sebuah lagu komersil, lagu "bendera" yang dipopulerkan oleh cokelat. kontan saja anak-anak remaja sibuk menggoyangkan badan dan loncat-loncat seperti sedang ada di konser musik. saya hanya melihat dari kejauhan sambil ikut berdendang. hehe.

setelah selesai upacara di halaman kbri, kami semua diperbolehkan masuk ke hall kbri lagi dan menikmati makan siang. dan saya makan lemper!!! rindu terobati pada kuliner indonesia..senang.. :)

saya lalu membandingkan perayaan kemerdekaan indonesia di kbri dengan perayaan kemerdekaan di gereja saya. siangnya saya ke gereja dan saat masuk, sudah disambut dengan para pelayan gereja berpakaian batik, memakai ulos, kebaya, baju kurung, dll. dan saat masuk ke gereja, semua kolom sudah dihias dengan warna merah putih, batik, dan daun-daun hijau. sangat indonesia.
pembukaan kebaktian pun dibuka dengan tari maengket.
pembacaan ayat Alkitab dengan bahasa ambon dan toraja.
menyanyi lagu jawa dan batak.
seperti bhinneka tunggal ika.
hhh,, senang. semuanya niat dan bahagia merayakan ulang tahun republik indonesia. semuanya ikut merasakan semangat kemerdekaan.
mari sama-sama teriak : "merdeka!".

"satu tanah air" (lagu nasionalis yang dinyanyikan di gereja)

satu tanah air,
satu bangsa,
dan satu dalam bahasa.
Indonesia kebanggaanku.
engkaulah tanah airku.
alam indah mempesona.
suku bangsa beraneka.
budayanya sungguh kaya.
karya agung Sang Pencipta.
mari kita semuanya
menghayati maknanya.
satu tanah air kita.
satu bangsa dan bahasa.

Comments

Popular Posts