Penjaga Mercusuar dan Penyihir

Penyihir adalah seseorang yang suka berputar-putar keliling dunia naik sapu terbang. Dia punya komunitas yang terdiri dari banyak penyihir dari berbagai macam usia dan suka menghadiri pesta-pesta penyihir. Penyihir ada seorang yang sosialis dan punya banyak teman dari berbagai tempat karena suka berkeliling dari satu tempat ke tempat lain naik sapu terbang kesayangannya.

Suatu hari, penyihir memutuskan untuk pergi ke laut. Dia belum pernah berkeliling ke daerah air karena banyak temannya yang jatuh dari sapu terbang dan tenggelam di laut. Namun, kali ini dia telah memutuskan pergi ke laut untuk memenuhi hasrat jiwa petualangnya.

Penyihir terbang berputar-putar di daerah air, mengagumi warna kebiruan yang merupakan refleksi langit di air. Dia terbang rendah dekat permukaan air hingga kakinya terendam air. Dia menikmati perasaan barunya karena menemukan tempat baru yang menarik hati. Namun di tengah hamparan air, dia menemukan sebuah benda menjulang tinggi di tengah-tengah air. Karena penasaran, penyihir terbang mendekati benda tinggi itu dan berputar-putar mengelilinginya.

Benda menjulang tinggi itu adalah tempat si penjaga mercusuar. Penjaga mercusuar adalah orang yang selama hidupnya jarang berinteraksi dengan orang lain dan suka hidup menyendiri di mercusuarnya sambil menikmati angin laut. Dia heran sekali melihat ada benda terbang yang mengelilinginya mercusuar. Si penjaga lalu berdiri dari tempat duduknya dan melongokkan kepala supaya bisa melihat lebih jelas pada benda terbang itu.

”Hey, apa yang kamu lakukan?” penjaga mercusuar berteriak ke arah penyihir.
”Kamu siapa?” Penyihir berhenti berputar dan terbang mendekat ke arah penjaga mercusuar.
”Kamu sendiri siapa?”
”Aku penyihir.”
”Aku penjaga mercusuar.”
”Apa yang kamu lakukan di benda tinggi ini?”
”Aku menjaganya. Sedangkan kamu, apa yang kamu lakukan dengan terbang berputar-putar?”
”Aku suka mendatangi banyak tempat. Aku suka berpetualang. Apa kamu tidak bosan hanya duduk di situ?”
Penjaga mercusuar menggelengkan kepala.
Penyihir mengernyit tidak mengerti. Seumur hidupnya, dia tidak pernah duduk diam saja untuk waktu yang lama. Dia lebih memilih berkeliling mendatangi tempat-tempat baru.
”Apa saja yang kamu lihat di luar sana?” Penjaga mercusuar merasa penasaran.
”Banyak.”
”Mau kamu ceritakan padaku?” Penjaga mercusuar memberikan isyarat pada penyihir untuk mendarat di ruang penjagaannya yang tidak terlalu besar itu.
Penyihir lalu terbang memasuki pintu yang telah dibuka lebar oleh penjaga mercusuar dan turun dari sapunya.
”Kamu sudah melihat banyak hal ya?” Penjaga mercusuar makin penasaran.
”Begitulah. Aku melihat banyak orang, banyak tempat, banyak kejadian, dan banyak benda.”
Penjaga mercusuar terkesima.
”Lalu apa saja yang kamu lakukan di tempat ini?” Penyihir menebarkan pandangannya keliling ruangan.
”Duduk memandangi laut, menjaga laut, membaca buku, merokok, tidur.”
Penyihir menelengkan kepalanya, tidak mengerti dengan pola hidup yang begitu rutin dan terlalu beraturan.
”Mari kuajak kamu berkeliling ke banyak tempat.”
Lalu penyihir dan penjaga mercusuar pun naik ke sapu terbang dan berkeliling ke banyak tempat. Penyihir membawa penjaga mercusuar melihat hutan, hewan-hewan liar, gunung, kota, mobil, sungai, sawah, petani, kerbau, dan banyak hal lain. Penjaga mercusuar merasa seperti orang yang baru lahir, menemukan banyak hal baru yang tidak pernah ditemui selama hidupnya.

Setelah banyak tempat sudah didatangi oleh mereka berdua, penyihir mengembalikan penjaga mercusuar ke tempatnya semula, yaitu di atas mercusuar.
”Bagaimana? Apa kamu suka?” Penyihir bertanya.
”Ya! Aku suka sekali. Baru pertama kali aku melihat tempat-tempat itu, orang-orang itu, dan semuanya.”
Penyihir tersenyum.
”Penyihir, maukah kamu kembali lagi ke sini esok hari dan hari-hari setelahnya untuk membawaku melihat banyak tempat baru?”
Penyihir mengernyit. ”Untuk apa?”
”Aku ingin melihat lebih banyak lagi.”
”Penjaga mercusuar, itu tidak baik. Bukankah lebih baik kamu ada di sini untuk menjaga laut ini? Bukankah itu tugasmu?”
”Tapi, aku menyukai apa yang telah kamu tunjukkan padaku. Aku merasa jatuh cinta pada itu semua. Dan aku menginginkan itu semua setiap hari, seperti orang yang jatuh cinta ingin melihat kekasihnya setiap detik.”
”Apa yang kamu inginkan itu tidak baik, penjaga mercusuar. Kita berbeda, aku dan kamu. Aku memang ditakdirkan bisa pergi ke banyak tempat. Sedangkan kamu memiliki tugas menjaga laut ini, menjaga keselamatan orang-orang yang melintas dengan kapal. Tidak seharusnya kamu meninggalkan tugas mulia-mu.”
Penjaga mercusuar terdiam dan menunduk, merasa kecewa.
”Sudahlah, anggap saja aku belajar banyak dari rutinitasmu dan kamu belajar dari petualanganku. Kita impas. Tidak semua orang ditakdirkan bersama dan memiliki hidup yang sama.”
Penjaga mercusuar mengangguk pelan. ”Ya, aku tau, penyihir yang baik.”
”Baiklah kalau begitu. Aku rasa pertemuan kita sampai di sini saja. Aku akan pergi.”
Penjaga mercusuar menatap penyihir dalam-dalam, masih merasa tidak rela.
”Kapan-kapan, kalau aku terbang di dekat sini, aku pasti mampir.” Penyihir menghibur penjaga mercusuar yang terlihat sedih.
”Baiklah, penyihir. Sampai jumpa lagi. Aku senang bertemu denganmu.”
Penyihir tersenyum pada penjaga mercusuar. Lalu bergegas naik ke sapu terbangnya dan pergi menjauh dari mercusuar, meninggalkan penjaga mercusuar yang menatap punggungnya dari pintu ruangan kecilnya.

0 winds from friends and strangers:

a little wind

My photo
i bake my own bread for breakfast, i craft everything i could think of, i watch arsenal, i dream of alaska, and i befriend old cameras. my world rotates on september.

inspiration.

 

subscribe for my updates