30.11.09

1000 Journals

I was just window shopping at Page One bookstore at Vivo City, and accidentally I found this awesome book.

It was slapping me hardly when I opened the first pages, it said "This book is dedicated to everyone who's ever said, "I am not creative". Aha! You got me!


I opened the next pages and I was amazed. It is so amazingly creative. The creator was starting this 1000 journals by sending many journal books to many places (around the world), and the people who found it would write or draw or add some(any)thing they want in the journals.

The journals have experienced many situation in different places, an African added a torn-Africa map in the journals and re-arrange it with his creativity. There's also a guy who promoted himself "I'm single, 19 years old, bla bla bla.. I'm looking for a girl, good looking, Asian will be a plus."


How it works? [actually]
"Those who find the journals add something to them. A story, drawing, photograph, anything really. Then they pass the journal along, to a friend or stranger, and the adventure continues."

I've always been fascinated by what people scrawl on bathroom walls and in public spaces. I had been taking photographs of this writing for years, and wanted to put together a book. It seemed appropriate to encourage readers to become contributors, and join the conversation by writing in the actual book. From there, I decided that a blank book might be more fun... especially one that traveled around, to gather a variety of thoughts and opinions. And then, why not 1000 of them? It's such an absurd number.

The project officially launched in August of 2000, with the release of the first 100 journals in San Francisco. I gave them to friends, and left them at bars, cafes, and on park benches. Shortly thereafter, people began emailing me, asking if they could participate. So I started sending journals to folks, allowing them to share with friends, or strangers. It's been a roller coaster ever since.

As you can see, this journal is the collection of thousand people in the world. I even can find someone from Indonesia who wrote something in this book.

I'm so into this book. Think gonna buy it.




images were taken from the official web of 1000 journals.

25.11.09

need to be..

what i need is to be

c r e a T i v e !

since i've lost all the creativity..

| suddenly dolls

blame my dear bestfriend.. for making me too girly like now, since she likes to blogwalk on wedding blogs (and all are cute). :D
but it's too cute to be passed. i love dolls! (i am a girl, by the way)

first.. meet molly.. she's shy..


there's also ruby.. she's colorful.. by jhoanna monte aranez


these three sisters are very cute.. ohhh! (psst.. psst.. i already downloaded the free pattern. ;p)


does she remind you with your childhood story? yes, she's the red little riding hood

kitties are waiting to be hugged.. so cute..

23.11.09

"continue writing the life stories.."




just passed a great bday weekend.
i'm officially 24 years old now.
many greetings came to my cell phone, my facebook, my twitter, and also my yahoo messenger. thanks to all of you, families and friends..
one of my favorite greeting was from my colleague "continue writing your stories, 24th."
yeah, indeed i will. 24th it is. and it will keep going..
lots of love for all of you.
thank you for reminding me that i'm alive and blessed. :)

18.11.09

Singlish lorh!

Saya sering sekali menggunakan Singlish sebagai bahan becandaan dengan teman-teman saya.. bermaksud menjadikannya lelucon yang tidak pernah habis kelucuannya. Kami menganggap singlish sebagai bentuk kesalahan dalam berbahasa (Inggris). Banyak kata-kata imbuhan yang menjadi lekat dengan setiap kosakata bahasa Inggris dan tidak dapat dilepaskan dalam keseharian masyarakat Singapura.
Sebut saja :
"lorh!" yang dibaca "lah";
"meh";
"leh";
dan juga "can" yang seharusnya berarti bisa atau dapat, namun disalahgunakan di Singapura sehingga kata "can" bisa juga berarti "iya" atau "oke".

Berikut pembahasan Singlish menurut wikipedia.com :
The vocabulary of Singlish consists of words originating from English, Malay (mainly Bahasa Melayu rather than Indonesian), Hokkien, Teochew, Cantonese, Tamil, Bengali, Punjabi and to a lesser extent various other European, Indic and Sinitic languages, while Singlish syntax resembles southern varieties of Chinese. Also, elements of American and Australian slang have come through from imported television series and films. Recently, because Mandarin Chinese is taught to most Singaporean Chinese students in school, Mandarin words have also found their way into Singlish.

Menilik dari akar sejarah Singlish, sudah jelas jika bahasa yang sangat populer di negara kecil ini adalah campuran dari berbagai macam bahasa. Singlish menyerap berbagai "budaya", aksen, dan dialek, bercampur baur menjadi sebuah 'bahasa kebanggaan' Singapura, yang sebenarnya tidak cocok didengar oleh telinga asing. Namun, jika sudah tercebur di dalamnya, otomatis telinga akan beradaptasi dengan logat tersebut, sehingga apa yang tadinya terasa nyleneh.. toh akan terasa biasa juga.

Dan pada posisi saat kita berada di dalam lingkungan masyarakat Singapura dan sudah terbiasa dengan logat Singlish mereka, saya jadi bertanya-tanya: apakah Singlish itu 'salah'?

Saya mencoba mengaitkannya dengan pengalaman pribadi saya. Saya bertinggal di beberapa tempat di Indonesia yang memiliki bahasa daerah berbeda-beda, kebetulan semuanya berada di Sumatera (terkecuali Jakarta).

Saat saya masih ada di TK, saya tinggal di Riau,
di Pulau Sambu tepatnya (sebuah pulau kecil yang sulit ditemukan di Kepulauan Riau). Di Pulau Sambu, masyarakatnya berbahasa Riau-Melayu. Saya yang datang dari Jakarta, langsung terbiasa berbicara dengan logat Melayu dan berbaur dengan anak-anak setempat. Saya agak lupa dengan bahasa Riau, yang paling saya ingat adalah menyebut "kamu" dengan "engko".

Dari Pulau Sambu, saya berpindah ke Bandar Lampung. Di Lampung, bahasa yang digunakan sedikit mirip dengan bahasa Jakarta, mungkin dikarenakan oleh letak geografis yang cukup berdekatan. Awal-awal berada di Lampung, saya menjadi anak yang kuper, pasalnya bahasa Riau-Melayu itu berbeda sekali dengan bahasa gaul yang digunakan di Lampung. Setelah beberapa lama, akhirnya saya bisa menyatu juga dengan komunitas Lampung dan bibir saya pun fasih berbicara dengan logat dan bahasa Lampung. Menurut saya, aksen yang digunakan di Lampung agak mirip dengan aksen Sunda, namun dengan kosakata dari bahasa Jakarta. Bahasa yang (saya ingat) biasa digunakan anak Lampung adalah : gue, elu, tah (biasa digunakan dalam pertanyaan, seperti "iya tah?"), dan geh (penggunaannya misalnya "jangan gitu geh..").

Dari Lampung, saya beranjak lagi ke Sumatera bagian Selatan lainnya, yaitu Palembang. Nah bahasa yang digunakan juga berbeda lagi, kali ini juga saya harus berjuang agak keras agar bisa membaur dengan anak-anak Palembang. Kosakata yang digunakan oleh orang Palembang kebanyakan diserap dari bahasa Jawa, mungkin karena latar belakang sejarah dimana orang Jawa dulu pernah membangun koloni di Sumatera Selatan. Walaupun agak mirip bahasa Jawa, namun logat yang digunakan berbeda, jika didengar sekilas bahasa Palembang tidak sehalus bahasa Jawa. Di awal kepindahan saya ke Palembang, saya juga banyak berdiam diri. Kebanyakan tidak tahu apa yang teman-teman saya bicarakan, karena kesenjangan latar belakang bahasa. Namun, lambat laun, saya bisa juga belajar secara otodidak dan fasih berbahasa Palembang. Contoh kata dalam bahasa Palembang yang mirip dengan bahasa Jawa : kata ikut, dalam bahasa Palembang adalah melok, sedang dalam bahasa Jawa adalah melu. Kata air, dalam bahasa Palembang dan Jawa sama-sama dilafalkan sebagai banyu.

Berdasarkan cerita kepindahan saya yang agak ribet di atas, sepertinya saya menangkap sebuah garis besar kesamaan dengan cerita Singapura saya. Setiap daerah jelas-jelas punya bahasanya masing-masing, dan itu semua adalah wujud apresiasi budaya dan akar sejarahnya. Setiap manusia yang ada di dalamnya punya pilihan untuk ikut berbaur atau menjadi berbeda di dalam komunitas. Sama seperti saya yang lost in translation saat dilepas di tengah komunitas Lampung atau Palembang, di saat saya tidak mengenal bahasa Lampung dan Palembang. Saya dianggap berbeda. Dan itu adalah kebebasan saya untuk ikut berbaur dengan lingkungan saya atau tetap berbahasa Riau di Lampung atau berbahasa Lampung di Palembang.

Dan karena saya sebagai newbie, saya tidak mengerti bahasa yang digunakan. Bahasa yang ada di daerah itu adalah aplikasi puluhan tahun yang telah menjadi budaya setempat, dan saya hanyalah orang yang baru masuk. Bahasa yang umurnya puluhan (atau ratusan) tahun itu tidak bisa disalahkan. Bahasa Palembang bukanlah bahasa Indonesia yang benar, demikian juga dengan bahasa Lampung dan Riau. Bahasa yang digunakan di daerah-daerah itu adalah bahasa yang menyimpang dari kaidah Bahasa Indonesia yang benar. Namun, bahasa daerah menjadi tepat penggunaannya karena sesuai dengan konteks tempat dan situasinya.

Sama dengan Singlish.
Kita tidak bisa menyalahkan Singlish, hanya karena Singlish bukanlah Bahasa Inggris yang benar. Singlish adalah kependekan dari Singapore English, dan dari situ adalah jelas jika Singlish adalah Bahasa Inggris yang digunakan di Singapura. Konteksnya jelas dan tepat.
Jika kita di Jakarta, kita akan menggunakan "elu" dan "gue". Jika kita di Semarang, kita akan menggunakan "aku" dan "kamu". Jika kita di Palembang, kita akan menggunakan "aku" dan "kau". Semuanya tepat guna.

Jadi, hendaknya jangan salahkan Singlish.
Karena bahasa Jakarta juga bukanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Singlish jadi benar, jika digunakan sebagai penyesuaian dengan pergaulan di Singapura.

Namun, alangkah baiknya jika kita tetap menggunakan Bahasa Inggris yang benar. Speak Good English!


sumbernya si poster : http://english-matters.blogspot.com/2008/04/speak-good-english-posters.html

sumbernya si gambar : http://www.blogcatalog.com/discuss/entry/speak-good-english

17.11.09

Be Careful!

(First of all, I am not trying to convince you to believe in my religion. I am trying to warn you to be careful with things around you, too many hidden things that silently transmit into our minds, unconsciously)

Yesterday, a good friend of mine gave me a link from youtube titled : The Church of Oprah Exposed.

http://www.youtube.com/watch?v=NizojZIX7Aw

The video actually concerned about how she tries to teach new lessons to people on earth, about new 'religion', which does not include God in it. The video related the Oprah's religion with Christianity, since it is the major religion in US.

You may watch it as a knowledge, if you want.

But if you don't feel comfortable to watch it, then don't. I will just tell you what's in it, so that you may be careful with things which can make a distance between you and God. Just be careful with earthy things.

Oprah Church was found on March 2008, with 300.000 people became the attendants. Then fastly grew up become 2.000.000 attendants. It is the largest church on earth, nowadays.

Here are the lessons from this church :

"Who you are requires no belief. Heaven is not a location but refer to the inner realm of conciousness."

"My mind is part of God. I am very holy. My holiness is my salvation. My salvation comes from me. Let me remember that there is no sin."

She is trying to put thoughts in our minds that God is not to be believed. God, or religion, is a feeling, not believing.

The whole life, I was thaught to believe that God is exist even though I couldn't see His physical existence. And, for me, He IS exist!

Oprah said, "One biggest mistake of human being is believing that there is only one way to live. There are many ways, million ways. And the path is not the only things that you call it God. ..."

Obviously, I am not a religious person, compare to many of my friends. But I do believe in God. When my friend gave me this video, it strucked into my heart, we're very near to the end of the world. Many beliefs, which don't believe in God and try to bring human beings to satan's alley, have been sporadically growth up. We have to be extra careful.

Whatever your religions are, please hold up to God tightly. Don't make yourself become the same with this world, the world is not safe, many dark things are trying to pull your hearts into their worlds. Be careful.

Close your eyes, your ears, and pray.

15.11.09

a way to start everything..


am i obsessed with coffee thingy? not so sure!

but.. it is certainly a way to start everything..

a morning.

an afternoon.

a rainy day.

a reading activity.

a hangout moment with bestfriend.

.. everything.

12.11.09

i locked my heart.


you made me hold my breathe.
we were almost there. i fell to you, completely.
you were so into me, i guess.

and suddenly, i ruined everything.
i realized that i wasn't the real 'me' when you were around.
i turned into someone else, which i wasn't familiar with.
i realized, and so did you.

we were just hanging ourselves there, bringing what we have to nowhere.
then, we decided silently to let our feelings disappear.
just like a candle which is being ignored and finally melt down without noticed by anyone.
we were there. firmly stood up, side by side. but yet we didn't know each other. we didn't feel each other. and we didn't understand.
we were confused and doubt about us.

we went through the time, until now.

and what could we say? are we still the same like some times ago? do we still feel the same feeling? are you still into me? am i fall to you?

i let the words fly away into the air.
i give you a smile, which isn't the answer of all, since i'm clueless.
deep down in my heart, i knew - and even better, i understood - that i've locked my heart.
picture was taken at KL, a door of one old shop house. for better resolution, please go here

10.11.09

Indonesia, for us to learn.

I got jealous, simply said.

When I was on my way to your country, the entire road was very smooth.
When I talked to your people, everyone could speak English fluently.
When I entered your building, all the system ran well.. with full air conditioner also.
When I went up to your popular sky bridge, I could see from above that your city was well managed.
When I waved for a taxi, they pleased me friendly.
When I passed by your people, all of them acted usual, as if tourists are a part of their daily life.

I got jealous.

My head was spinning, thinking of my own country. Felt that we really have to change, we really have to start to build our country, as soon as and as fast as we could. Or our neighbor would leave us further and further away.

I was just realized, stepping to Malaysia is not a mistake. It is good to remind us, to put us in a track to develop our beloved country. At some points, I agree that they’re much better than us, they were ready to be a modern country with modern cities and its infrastructures.

If they could, then what’s stopping us for not doing better than them? We’re just the same Asian country; we’re rich of both natural resources and human resources. We’ve got all we need to build Indonesia. Don’t be shy to learn from other, from Singapore, Malaysia, Philippines, etc. We’ll be better if we know what’s our weakness and learn from others on how to be stronger.

Majulah, Indonesia!

Quoted from our former President:
"Saudara-saudara dan rombongan : Buka mata, Buka mata! Buka otak! Buka telinga! Perhatikan, perhatikan keadaan! Perhatikan keadaan dan sedapat mungkin carilah pelajaran dari hal hal ini semuanya, agar supaya saudara saudara dapat mempergunakan itu dalam pekerjaan raksasa kita membangun Negara dan Tanah Air!". (Bung Karno : Semarang, 29 Juli 1956)

4.11.09

you|and|me

wanna pack your bags, something small
take what you need and we disappear
without a trace we'll be gone, gone
the moon and the stars can follow the car and then when we get to the ocean
we gonna take a boat to the end of the world
all the way to the end of the world oh, and when the kids are old enough
we're gonna teach them to fly you and me together, we could do anything, baby
you and me together..
(dave matthews band - "you and me")


D A Y T H O U G H T

T I M E

T H O U G H T S